Dimsum
🥢 Sejarah dan Asal-usul Dimsum
Dimsum berasal dari Cina, tepatnya dari daerah Kanton (Guangdong). Kata dimsum (點心 / dianxin) punya arti “menyentuh hati”, maksudnya makanan kecil yang bikin hati senang.
Awalnya, dimsum bukan makanan utama. Di masa lalu, orang-orang di Tiongkok suka beristirahat di rumah teh (tea house) setelah perjalanan jauh di jalur perdagangan bernama Silk Road. Di situ mereka minum teh hangat sambil makan makanan kecil — nah, makanan kecil inilah yang kemudian dikenal sebagai dimsum.
Tradisi itu lama-lama berkembang. Dimsum jadi bagian dari budaya yum cha (飲茶), artinya “minum teh” sambil ngobrol santai dan menikmati berbagai jenis dimsum. Biasanya disajikan di kukusan bambu kecil atau piring kecil, supaya bisa coba banyak jenis sekaligus.
Sekarang, dimsum udah dikenal di seluruh dunia. Setiap daerah punya versi sendiri — misalnya:
Di Indonesia, sering ada dimsum ayam, udang, dan lumpia kulit tahu.
Di Hong Kong dan Cina, lebih beragam lagi, seperti hakau (udang kukus), siomay babi, cheong fun (kue beras gulung), dan baozi (bakpao isi daging).
Selain rasanya yang enak, dimsum juga dikenal karena cara makannya yang ramai dan hangat bareng keluarga atau teman. Jadi bukan cuma soal makanan, tapi juga tentang kebersamaan dan tradisi.
Jenis Jenis Dimsum
1. Siomay (Shumai)
Terbuat dari campuran daging ayam, udang, atau babi cincang yang dibungkus kulit tipis dan dikukus.
2. Hakau
Dimsum berisi udang utuh yang dibungkus kulit transparan dari tepung tapioka, rasanya lembut dan kenyal.
3. Lumpia kulit tahu
Berisi daging cincang yang dibungkus kulit tahu lalu digoreng hingga renyah.
4. Ceker ayam
Kaki ayam yang dimasak dengan bumbu manis pedas khas Kanton.
5. Bakpao (Baozi)
Roti kukus lembut berisi daging, kacang merah, atau custard.
6. Cheong fun
Gulungan dari tepung beras tipis berisi daging atau udang, disiram saus manis asin.
7. Xiao long bao
Pangsit kukus berisi daging dan kuah kaldu di dalamnya, jadi saat digigit keluar ras yga gurih yang khas.
Namun yang sering ada di Negara Indonesia itu :
1. Dimsum ayam
Salah satu jenis dimsum yang dibuat dari daging ayam cincang sebagai bahan utamanya. Biasanya daging ayam dicampur dengan sedikit tepung tapioka, bawang putih, wortel cincang, daun bawang, dan bumbu lainnya agar rasanya gurih dan teksturnya lembut.
2. Dimsum udang
Jenis dimsum yang menggunakan udang segar sebagai bahan utama. Biasanya udang dicincang halus atau dibiarkan potongan besar supaya teksturnya tetap terasa kenyal saat dimakan. Campurannya sering diberi sedikit tepung tapioka, bawang putih, minyak wijen, garam, dan lada untuk menambah cita rasa gurih dan wangi khas laut.
3. Lumpia kulit tahu
salah satu variasi dimsum yang dibungkus menggunakan kulit tahu (bean curd sheet), yaitu lapisan tipis yang terbuat dari kedelai. Kulit ini punya tekstur lembut tapi agak kenyal dan gurih, bikin rasa dimsumnya jadi khas dan berbeda dari yang dibungkus kulit tepung biasa.
Komentar
Posting Komentar